Youngsters Palu: Live-In at Sibalaya 22 -24 November 2019

Mandiri Youngsters kali ini membuat sebuah terobosan baru untuk mencapai tujuannya membangun negeri, dengan salah satu program Social Project yang berjudul Live in at Sibalaya” dengan tema “being rich is not about how much you have, but how much you give”. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 22 November 2019 s.d 24 November 2019 di wilayah Kabupaten Sigi tepatnya Hunian Sementara Sibalaya. Huntara Sibalaya merupakan salah satu hunian sementara dari banyaknya huntara di wilayah terdampak bencana alam yang terjadi di Sulawesi Tengah (Palu, SIgi, Donggala) pada tanggal 28 september 2018. Huntara sibalaya juga merupakan huntara yang dibagun oleh BUMN yang dijembatani oleh Bank Mandiri Area Palu. Pada kesempatan ini Mandiri Youngsters Area Palu hadir untuk membangun Negeri khusunya bagi warga huntara sibalaya dengan mencoba mengikuti lebih dalam lagi aktivitas keseharian warga huntara sibalaya dengan hadir dan tinggal bersama warga huntara  selama 3 hari. 

Day – 1, 22 November 2019

Hari pertama Live-in at Sibalaya, tim Mandiri Youngsters disambut oleh warga huntara sibalaya dengan sangat ramah. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh lapisan masyarakat penghuni Huntara Sibalaya. dan dibuka secara langsung oleh Area Head Bank Mandiri Area Palu yaitu Bapak Bambang Indriatmoko. Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh sejumlah Manager dari Bank Mandiri Area Palu serta anak Perusahaan yang ada di bawah koordinasi Bank Mandiri Area Palu. Selain itu, acara pembukaan ini juga dihadiri oleh sekretaris desa Sibalaya yaitu Bapak Nasukan yang dalam kesempatan ini juga ikut membuka secara langsung Social Project Mandiri Youngsters Area Palu Live In at Sibalaya. Acara ini berlangsung dengan aman dan lancar.

Setelah acara Pembukaan berakhir dan Area Head beserta seluruh Manager meninggalkan lokasi kegiatan, seluruh anggota Mandiri Youngster langsung bergerak menjalakan aksi pertama mereka yakni mengecat lapangan bulu tangkis, yang merupakan salah satu fasilitas olahraga di wilayah huntara, Para Mandiri Youngsters bergotong royong bersama warga huntara untuk mengerjakan dan menyelesaikannya bersama. Setelah semua selesai para Mandiri Youngsters kembali berkumpul untuk melaksanakan briefing membahas agenda kegiatan yang akan dilaksanakan keesokan harinya lalu masing-masing mempersiapkan diri untuk istirahat.

Day – 2, 23 November 2019

Hari kedua, Mandiri Youngsters memulai aktivitas sejak pukul 04.30 Wita, kegiatan dimulai dengan menunaikan ibadah sholat bersama serta aktifitas lainnya yang biasa di lakukan oleh warga huntara. Salah satu kegiatan warga yang diikuti oleh para Mandiri Youngster adalah pengolahan sagu. Warga huntara umumnya masih belum memiliki pekerjaan tetap, kebanyakan masih bekerja serabutan ada yang petani jagung, petani kacang panjang dan jual besi, dll. Yang paling unik yang kami dapatkan adalah menjual air minum rebus, setelah di usut rupanya warga sekitar kurang menyukai minuman air kemasan siap saji. Mereka lebih menyukai air yang telah di olah dengan cara di rebus. Kemudian di jual pergalonnya dengan harga Rp 6.000.

Mandiri Youngsters mengikuti kegiatan warga sampai pukul 08.00 Wita setelah itu kami berkumpul ke aula untuk mempersiapkan agenda yang akan kami lakukan sepanjang hari itu yakni pemberian pengetahuan serta materi kewirausahaan yang telah disiapkan untuk para Masyarakat Huntara. Materi pertama social project live-in at Huntara Sibalaya Selatan adalah tentang keterampilan khusus pembuatan tempe skala home industry oleh Bapak Hendra yang merupakan pengusaha tempe di Kota Palu. Tujuan materi ini untuk meningkatkan minat dan bakat warga huntara Sibalaya untuk dapat memproduksi tempe yang bertujuan untuk menambah penghasilan kebutuhan rumah tangga mereka. Peran aktif Mandiri Youngsters Area Palu yaitu memfasilitasi kebutuhan teknis pelaksanaan materi ini dengan mempersiapkan kebutuhan-kebutuhan teknis pembuatan tempe berupa bahan baku seperti biji kedelai, ragi tempe, tepung tapioca dan peralatan lainnya. Proses materi berjalan kurang lebih sekitar 3 jam. Antusias warga sangat positif terlihat dari engagement mereka selama pemaparan materi yang dibarengi dengan demo tata cara pembuatan tempe dari awal hingga akhir proses. Tidak sampai disitu, mandiri Youngsters juga memberikan sample Kedelai, ragi dan juga tepung tropica yang merupakan bahan utama pembuatan tempe untuk di coba dan di praktekkan langsung oleh warga huntara di rumah mereka masing-masing.

Kegiatan hari pertama dilanjutkan dengan lomba menggambar dan mewarnai bagi anak-anak Huntara Sibalaya Selatan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang kerajinan tangan membuatan hiasan bunga. Disini materi langsung dibawakan oleh anggota Mandiri Youngster yang sangat berbakat yaitu saudari Livia. Tujuan dari pemaparan materi ini untuk menambah keterampilan khusus dalam pengelolaan limbah sampah domestik yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan kerajinan tangan hiasan bunga. Tentu saja, diharapkan agar hasil dari materi ini dapat menambah kegiatan yang bersifat positif bagi warga Huntara Sibalaya. Tidak hanya memberikan materi mengenai kewirausahaan, pada kesempatan ini pun Mandiri Youngsters bekerja sama dengan Tim Bantuan Medis AXIS Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako untuk memberikan pemeriksaan serta pengobatan secara gratis kepada Masyarakat Huntara Sibalaya. Pemeriksaan berlangsung disela-sela pemberian materi kepada warga.

Pada Malam hari, agenda kegiatan dilanjutkan dengan Malam Keakraban (Makrab). Tujuan diadakan makrab ini karena kami Mandiri Youngsters Area Palu ingin membagun chemistry yang lebih erat lagi bersama para Masyarakat Huntara Sibalaya. Malam keakraban diawali dengan penampilan dari Mandiri Youngsters Area Palu, dengan membawakan lagu “Indonesia Jaya” kemudian acara dilanjutkan dengan games yang menarik yang diikuti oleh semua kalangan baik anak-anak, remaja maupun orang tua. Begitu tampak keceriaan dan bahagia tak terkira dari wajah masyarakat yang hadir pada malam itu. Ibu-ibu dan bapak-bapak tertawa lepas dan bahagia serta dapat melupakan sejenak masalah kehidupan mereka yang lama membelengu. Kegiatan malam keakraban juga diisi dengan sharing session yang merupakan salah satu wadah Mandiri Youngster mendengarkan suara masyarakat huntara sibalaya. Dimana warga huntara sibalaya sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Mandiri Youngster, bahkan mereka berharap kegiatan ini dapat rutin dilakukan. Kemudian acara di tutup dengan bernyanyi bersama dan saling bergenggaman tangan. Tak sedikit warga yang tak tahan meneteskan air mata begitupun kami para mandiri Youngsters yang teah bersama-sama dengan warga dalam 2 hari. Setelah itu kegiatan Malam Keakraban di tutup dengan meneriakkan Jargon “Huntara sibalaya……Bangkitt…Berdayaa…Bersama Membangun Negriii….” 

Day – 3, 24 November 2019

Day-3, 24 November 2019 merupakan hari terakhir Mandiri Youngsters Area Palu berada di Huntara Sibalaya. Seperti hari sebelumnya kegiatan di mulai sejak pukul 04.30 Wita dengan melaksanakan Sholat bersama warga Huntara kemudian dilanjutkan dengan memebersihkan wilayah sekitar huntara, dan selanjutnya para Mandiri Youngsters mempersiapkan sesi terakhir. Tepatnya pukul 08.00 wita kegiatan dimulai dengan memanggil warga huntara dengan cara mendatangi langsung ke setiap rumah warga. Kegiatan ini merupakan cara yang cukup menyenangkan dimana Mandiri Youngsters bisa berinteraksi lebih dengan bersama warga, bisa bercanda dan menghibur ibu-ibu yang masih sibuk masak, sibuk mencuci dan lainnya. Sampai akhirnya seluruh warga boleh berkumpul kembali di aula untuk mengikuti sesi terakhir ini.

Hari ketiga Social Project Mandiri Youngsters Area Palu Live-In at Sibalaya digunakan untuk pemaparan materi tentang bercocok tanam secara hydroponik. Pemaparan materi dibawakan langsung oleh Bapak Ismail yang merupakan perwakilan dari komunitas tanaman hidroponik. Penanaman tanaman hidroponik diharapkan dapat membantu masyarakat agar memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan produktif dan juga memberikan ide kreatif baru untuk masyarakat agar bisa menjadi salah satu alternative mata pencaharian masyarakat daerah tersebut dan juga sekaligus menjaga kelestarian alam. Dengan kolaborasi bersama antara Kepala BNPB Kab.Sigi Bapak Asrul dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Area Palu mengenai bantuan dalam recovery untuk masyarakat huntara agar tetap memiliki motivasi yang positif dalam bekerja.

Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi oleh Bapak Herman selaku manager Bumi Nyiur Swalayan yang merupakan salah satu swalayan terkenal di Kota Palu untuk membuka peluang kerjasama dengan masyarakat huntara dalam bentuk bantuan berupa pemasaran produk-produk hasil olahan seperti tempe, kerajinan tangan bahkan kue-kue yang dihasilkan oleh masyarakat huntara.

Setelah semua Materi telah selesai, kemudian dilanjutkan denga Acara Penutupan. Dalam Acara Penutupan ini turut hadir Bapak Tata Widyantara selaku Area Operation Manajer Bank Mandiri Aea Palu, hadir pula Bapak Asrul yang merupakan kepala BNPB SIgi sekaligus menutup seluruh rangkaian Social Project Mandiri Youngsters Area Palu Live-In at Sibalaya. Acara penutupan ini juga diisi dengan penyampaian kesan dan pesan oleh salah satu warga. Beliau menyampaikan bahwa Masyarakat Huntara sangat senang dengan kehadiran Mandiri Youngsters sebab sebelumnya mereka tidak pernah merasakan kegiatan seperti ini di Huntara Sibalaya. Acara ditutup dengan Foto Bersama dan jabat tangan tanda perpisahan Mandiri Youngsters Area Palu bersama Masyarakat Huntara Sibalaya.

Tiga hari hidup di huntara sibalaya. Mengosongkan semua aktifitas dihari libur untuk mencari tau dan mencoba apa saja yang dilakukan oleh masyarakat Huntara Sibalaya dari pagi hingga petang kembali merupakan kegiataan yang tidak bisa di lupakan oleh Mandiri Youngsters Area Palu. Hidup di huntara dengan segala keterbatasan tak menyurutkan niat para warga Huntara untuk tetap bertahan dan berjuang mejalani hidup.

Tujuan Mandiri Youngsters Area Palu tidak hanya ingin merasakan hidup masyarakat Huntara Sibalaya namun kami ingin mereka memiliki semangat untuk berkembang. Olehnya kami memberikan beberapa materi yang dijadikan modal pengetahuan yang akan bermanfaat bagi warga huntara. “kami hadir bukan untuk memberikan ikan yang dapat habis sekali makan, namun kami hadir untuk memberikan kail dan pancing agar mereka bisa makan ikan setiap hari”. 

Tidak semudah perkataan dan tidak semudah yang kami pikirkan. Bukan tentang warganya, tapi tentang memikirkan bagaimana cara mereka untuk melanjutkan hidup hari demi hari. Pertanyaan itu seolah terjawab dalam waktu 3 hari yang penuh makna buat kami dan tentunya berkesan bagi warga huntara. Semangat membangun Negeri!!!

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

More To Explore

Sustainable School oleh Youngsters Semarang

Mandiri Youngsters Semarang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), dan Yayasan Edunesia telah menyelenggarakan

Transformative Exchange

Transformative Exchange dibagi menjadi 2 agenda yang saling berkelanjutan. Acara pertama yaitu Social Transform Day, diadakan pada tanggal 24 November 2019 bertepatan dengan kegiatan Car