Penambahan Landmark Pulau Tidung

Pulau Tidung (Tidung besar dan Tidung Kecil) merupakan pulau terbesar di Kepulauan Seribu dengan luas kurang lebih 50ha. Pulau ini berada di Kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Sejarah singkat Pulau Tidung berkaitan dengan suku Tidung di daerah Malinau, Kalimantan Utara, sejak masa pemerintahan Raja Pandhita (Muhammad Kaca) sejak tahun 1853. Raja Pandhita memakai nama Muhammad Kaca ketika diasingkan ke Pulau  Tidung oleh penjajah Belanda dan hingga wafatnya dimakamkan dibagian Barat Pulau Tidung.

Pulau Tidung ramai dikunjungi wisatawan karena memiliki potensi wisata yang bagus dengan kondisi alam yang mendukung seperti, pantai yang bersih, terumbu karang yang indah dan laut yang tenang, tanaman bakau, kelapa dan sukun. Wisata Pulau Tidung adalah jenis wisata berbasis penduduk, yakni berwisata yang berbaur dengan penduduk pemukiman warga. Banyak sekali kegiatan wisata yang ada di Pulau Tidung seperti, bersepeda, mengunjungi makam Raja Pandita dan Panglima Hitam, snorkeling, menanam bakau, transplantasi terumbu karang, olahraga air, banana boat, donat boat, perahu kuno, jetski, dan kegiatan lainnya. 

Pulau Tidung Besar dan Tidung Kecil dihubungkan dengan sebuah jembatan sepanjang 2,5 kilometer yang disebut Jembatan Cinta. Jembatan ini biasanya digunakan untuk berfoto atau melakukan ritual melompat dari atas jembatan. Nama Jembatan Cinta sendiri diambil dari mitos-mitos yang beredar di masyarakat tentang kisah cinta sepasang pria dan wanita yang sedang berlibur di Pulau Tidung bertemu, kemudian memutuskan untuk menikah dan hidup bersama. (sumber: The Hidden Treasury Of The Thousand Islands, Suku Dinas Pariwisata Kepulauan Seribu, 2015)

Untuk mendukung daya tarik wisatawan, dibutuhkan ikon yang dapat menjadi ciri khas bagi tempat yang dikunjung. Youngsters TIB memiliki rencana untuk menambahkan landmark di Pulau Tidung sekaligus sharing knowledge kepada warga. Perencanaan ini dilakukan dengan rembug dengan pemerintah setempat, yaitu Kelurahan Pulau Tidung dan local hero perwakilan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Fokus utama dari program ini adalah untuk mendorong pertumbuhan tingkat kesejahteraan masyarakat secara umum di Pulau Tidung melalui implementasi yang dapat dirasakan secara berkesinambungan. Tentu saja, dengan semangat utama Bank Mandiri ingin meraih keberhasilan bersama dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Pada Hari Sabtu dan Minggu, tepatnya 26 dan 27 Oktober 2019, Mandiri Youngsters Direktorat Treasury & International Banking melaksanakan agenda Mandiri Volunteer “Energi Muda Mandiri untuk Bersama Membangun Negeri” yaitu pemberdayaan ecowisata  di Pulau Tidung – Kepulauan Seribu. Seluruh Youngster TIB yang berjumlah 60 Mandirians, telah berkumpul di Lapangan Lobby Selatan Plaza Mandiri pada pukul 07:00 untuk melakukan briefing dan persiapan lain-lain.

Youngsters TIB memulai kegiatan di RPTRA Tidung Ceria yang dimulai pukul 10:45 diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh peserta. Setelah sambutan dari captain Youngsters TIB dan Kepala Seksi Pemerintahan dan Tramtib Pulau Tidung, dilaksanakan seremonial:

Pemberian 4 PC kepada RPTRA Tidung Ceria

RPTRA sebagai fasilitas umum yang dapat diakses seluruh warga, khususnya anak-anak. Pemberian PC diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan teknologi dan bisa memberikan akses kepada warga untuk dapat meningkatkan pariwisata dan memperkenalkan Pulau Tidung kepada calon wisatawan

Properti Pariwisata (Ayunan, Lampu Hias) kepada Pokdarwis dan Karang Taruna Pulau Tidung

Ayunan diharapkan dapat menjadi landmark yang instagrammable untuk memperkuat dan memperbanyak tempat untuk meningkatkan pariwisata. Lampu hias di daerah ampitheater Jembatan Cinta juga membuat suasana yang sebelumnya gelap dan sepi, berubah menjadi spot kegiatan dan foto di malam hari dan menghidupkan bisnis UKM di sekitar tempat tersebut 

Pemberian Apresiasi kepada guru honorer setingkat SD dan SMP di Pulau Tidung melalui LinkAja

Tidak lupa juga kepada tenaga pendidik guru-guru honorer di Pulau Tidung diberikan apresiasi atas jasa mereka dalam mengajar generasi muda di Indonesia. Apresiasi diberikan berupa saldo di aplikasi LinkAja, sekaligus menjadi kampanye literasi keungan dan gerakan Non-Tunai yang sedang digalakkan.

Bersama dengan kurang lebih 50 warga Pulau Tidung, yang terdiri dari pelajar SD hingga SMA dan penggiat bisinis homestay, Youngster TIB menyampaikan Materi Literasi Keuangan, Nasionalisme, Pembuatan Konten Digital dan materi terkait arsitektur homestay untuk dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan yang menginap dan daya tarik pariwisata, sehingga bisnis yang telah dilaksanakan warga dapat berkembang lebih baik.

Kemudian pada pukul 13:30 dengan agenda finishing ayunan dan pengecatan Area Jembatan Cinta dengan Insignia Mandiri Youngster, pemasangan lampu di Area amphitheater Jembatan Cinta serta gotong royong memberihkan lingkungan pantai Area Jembatan Cinta.

Hari pertama Social Project Mandiri Youngster pukul 18:30 diakhiri dengan acara keakraban disambi acara barbeque. 

Minggu pagi pukul 06:00, Youngster TIB mengawali kegiatan dengan Zumba bersama warga sekitar di Area Dermaga Galau Pulau Tidung. Setelah itu pukul 08:30 dilanjutkan dengan penanaman terumbu karang dan pohon bakau di area Pulau Tidung Kecil yang dipandu oleh travel agent local. Sebagai penutup keseruan acara, kegiatan ini peserta dipersilakan untuk snorkeling di area Pulau Tidung Kecil. 

Semua rangkaian kegiatan selesai tepat pukul 14:30 dan seluruh Youngsters TIB berkumpul di Dermaga Utama Pulau Tidung untuk kembali pulang menuju Dermaga Marina Ancol.

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

More To Explore

Sustainable School oleh Youngsters Semarang

Mandiri Youngsters Semarang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang, Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), dan Yayasan Edunesia telah menyelenggarakan

Transformative Exchange

Transformative Exchange dibagi menjadi 2 agenda yang saling berkelanjutan. Acara pertama yaitu Social Transform Day, diadakan pada tanggal 24 November 2019 bertepatan dengan kegiatan Car